文章
  • 文章
国际

9 cara untuk menghindari orang yang iri saat kita travel

2017年1月7日下午6:13发布
2017年1月7日下午6:38更新

Terkadang,tidak semua orang suka mendengar cerita tentang travel kamu。 Foto oleh Jayson Concepcion

Terkadang,tidak semua orang suka mendengar cerita tentang travel kamu。 Foto oleh Jayson Concepcion

印度尼西亚雅加达 - Kamu baru saja pulang dari perjalanan yang sangat menyenangkan dan biasanya langsung ingin berbagi kisah dengan orang-orang terdekat。 Tetapi,tiga menit kemudian kamu justru merasa ada suasana yang kurang nyaman。

Mengapa sepertinya publik kurang tertarik dengan cerita kita? Bahkan,tak jarang mereka justru memberikan tatapan yang kurang menyenangkan。

Mungkin mereka adalah orang-orang yang iri dengan pengalaman travel kita。 Tapi bukan salah mereka,mungkin ada yang salah dengan yang kita lakukan。

Berikut beberapa tips agar kamu bisa berbagi cerita jalan-jalan kamu dengan gembira dan tanpa tatapan iri dari orang-orang:

1. Mereka mungkin bukan orang yang tepat untuk diceritakan

Orang-orang yang mudah iri mungkin memang bukan orang yang tepat untuk mendengar pengalamanmu,terutama jika dia bukan teman dekatmu。 Bahkan jika mereka sahabat atau keluargamu,belum tentu mereka akan senang mendengar kisah jalan-jalan kamu。

Mereka mungkin berpikir kalau kamu hanya menyombongkan kekayaanmu,padahal bisa saja kamu jalan-jalan dengan 预算 minim。

Lalu siapa yang bisa kamu ceritakan? Mudah sekali。 Kamu bisa berbagi cerita dengan seseorang yang juga punya minat travel Selain ke sesama旅行者,kamu juga boleh berbagi cerita jalan-jalan ke sahabat atau keluarga yang memang sudah lama kenal kamu dan tahu bagaimana kamu bersusah payah untuk bisa mewujudkan perjalanan impianmu。

Namun kamu harus sadar,setiap orang bisa punya masalah masing-masing。 Jadi kamu harus tahu waktu kapan yang tepat untuk bercerita

2. Tanyakan pada dirimu sendiri

Tanyakan pada dirimu sendiri mengapa mereka seperti itu? Mungkin kamu berhutang pada mereka untuk jalan-jalan? Atau mungkin sebenarnya keluarga dan temanmu butuh bantuan finansial?

Kamu harus menjadi orang yang lebih sensitif dengan orang-orang di sekitar sebelum menceritakan betapa serunya perjalananmu。

3. Jangan melebih-lebihkan

Oke,temanmu cukup tertarik。 Mereka suka mendengarkan cerita perjalananmu dan bahkan meminta tips。 Namun tiba-tiba wajah mereka menunjukan ketidaksukaannya。

Berlebihan itu tidak baik。 Hal seperti,“Kalian tahu enggak ,di sana romantis banget。 Gue sama pacar gue bener-bener sweet banget,dunia terasa milik berdua ...“Ini mungkin terdengar seru,tapi tidak realistis。 Beberapa orang mungkin tahu itu tidak mungkin dan merasa kamu berbohong。

Jadi cobalah bercerita apa adanya,dengan gembira tapi tidak perlu berlebihan。

Foto oleh Jayson Concepcion

Foto oleh Jayson Concepcion

4. Jangan tertekan dengan应对杨kurang白

Ketika kamu memberikan sesuatu,jangan mengharapkan balasan。 Hal ini juga berlaku saat berbagi pengalaman soal travel。 Jangan berharap seseorang bilang“哇! Kamu 背包客 terbaik di dunia!“丹jangan terlalu沉积物jika 发布 -一个Instagram Instagram tidak mendapatkan 喜欢杨banyak。

Asiknya perjalananmu tidak bergantung pada respons orang lain。 Serunya 旅行 kamu tidak terpengaruh dari banyaknya 喜欢 di foto Instagram。

Jalan-jalan akan menjadi asik ketika kamu menikmatinya tanpa harus berpikir tentang respons orang lain。

5. Jangan suka iri

Jika tidak ingin orang lain iri padamu,kamu juga tidak perlu iri dengan jalan-jalan yang dilakukan orang lain。

Iri tidak akan membuat kamu bahagia。 Iri cuma akan membuat kamu stress dan pusing sendiri。 Jika kamu iri,yang tersiksa cuma kamu。

6. 旅行 lah untuk membuat kamu bahagia,bukan mereka

Kamu harus berpikir lagi。 Apakah kamu jalan-jalan untuk dirimu sendiri atau untuk mereka? 旅行 lah jika itu membuat kamu bahagia,bukan untuk membuat mereka iri pada“pencapaian”mu tersebut。

Jalan-jalan bukanlah kompetisi。 Memangnya kenapa kalau tetanggamu jalan-jalan mewah ke Amerika? Kamu harus jalan-jalan sesuai dengan kesukaan dan kemampuanmu,agar setelah pulang nanti,kamu bisa mengingat perjalanan tersebut sebagai sesuatu yang berarti。

7. Terkadang kamu tidak perlu menghiraukan mereka(tapi tidak perlu update sosial media tiap detik juga)

Kamu sudah mencoba hal-hal di atas tapi sepertinya masih banyak yang nyinyir Ya sudah,mungkin memang kamu tidak perlu menghiraukan mereka。 Mereka yang akan susah sendiri dengan keiriannya。

Tapi ingat,kamu perlu juga membatasi kebiasaan untuk 发布 terlalu banyak foto di sosial media agar kamu tidak terkesan sombong。

8. Jangan memaksa orang lain untuk travel

Kamu sangat suka 旅行 dan kamu ingin orang lain juga merasakan pengalaman yang kamu rasakan。 Lalu kamu mengatakan pada mereka:“Jangan kerja terus,jalan-jalan dong!”

Kamu perlu ingat,setiap orang punya prioritas di hidupnya masing-masing。 Setiap orang juga punya hobi dan kesukaan yang berbeda。 Kamu tidak perlu memaksakan setiap orang untuk suka jalan-jalan seperti kamu。 Mungkin mereka memiliki prioritas atau cara lain untuk menikmati hidup。

Foto oleh Jayson Concepcion

Foto oleh Jayson Concepcion

9. Kalau suka menulis,kamu bisa membuat blog

Jika kamu ingin menceritakan seluruh pengalaman jalan-jalan kamu,dan kebetulan kamu suka menulis,membuat blog bisa menjadi hobi baru untuk kamu。

Selain bermanfaat untuk kamu menyalurkan keinginan bercerita,kamu juga bisa membantu orang lain yang sedang mencari informasi tentang tujuan wisata yang pernah kamu kunjungi。

Untuk permulaan,kamu bisa mengawali dengan membuat notes di Facebook。 Mudah kan?

-Rappler.com