文章
  • 文章
国际

FOTO:Kelenteng Sam Poo Kong,saksi bisu tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho

2017年1月7日下午5:49发布
2017年1月7日下午5:50更新

雅加达,印度尼西亚 - Bagi kalian 旅行者 yang berkunjung ke三宝垄,tak boleh melewatkan Kelenteng Sam Poo Kong。 Bangunan itu menjadi saksi bisu pelaut dan penjelajah Tiongkok,Laksamana Cheng Ho pernah mampir ke Pulau Jawa di abad ke-15。

Berdasarkan sejarahnya kasim yang diduga memeluk agama Islam itu merupakan orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok。 Dia kemudian melakukan ekspedisi dan tiba di Malaka di abad ke-15。

Bangunan yang juga disebut gua batu besar itu terletak di daerah Simongan,barat daya kota Semarang。 Dari luar,bangunan tersebut terlihat sangat mencolok dengan nuansa merah khas bangunan China。 Kini,tempat itu dijadikan sebagai tempat peringatan,pemujaan atau sembahyang serta berziarah。

Walau Laksamana Cheng Ho diduga seorang穆斯林,tetapi oleh warga dia dianggap sebagai Dewa。 Hal tersebut dapat dimaklumi karena pemeluk agama Kong Hu Cu menganggap orang yang telah meninggal dapat memberikan pertolongan。

Berikut beberapa foto yang berhasil Rappler abadikan ketika mengunjungi kelenteng Sam Poo Kong:

KELENTENG。 Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang,didirikan Laksamana Cheng Ho。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

KELENTENG。 Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang,didirikan Laksamana Cheng Ho。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

程浩Patung Laksamana Cheng Ho yang berada di halaman Kelenteng Sam Poo Kong。 Tahun 1405 Laksamana Zeng He(Cheng Ho)berlayar sebagai duta perdamaian。 Laksamana Cheng Ho berangkat dari Pelabuhan Shuzou,Tiongkok lalu mampir di Champa,Sumatera,Jawa sampai India。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

程浩 Patung Laksamana Cheng Ho yang berada di halaman Kelenteng Sam Poo Kong。 Tahun 1405 Laksamana Zeng He(Cheng Ho)berlayar sebagai duta perdamaian。 Laksamana Cheng Ho berangkat dari Pelabuhan Shuzou,Tiongkok lalu mampir di Champa,Sumatera,Jawa sampai India。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

GEDUNG BATU。 Saat lewat semenanjung Jawa,Laksamana Cheng Ho mampir di Semarang untuk mencari pengobatan untuk anak buahnya yang sakit。 Di atas tumpukan batu dia mendirikan mesjid,karena beragama Islam。 Dinamai Gedung Batu。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

GEDUNG BATU。 Saat lewat semenanjung Jawa,Laksamana Cheng Ho mampir di Semarang untuk mencari pengobatan untuk anak buahnya yang sakit。 Di atas tumpukan batu dia mendirikan mesjid,karena beragama Islam。 Dinamai Gedung Batu。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

TUJUAN WISATA。 Kelenteng ini menjadi tujuan wisata utama di Kota三宝垄。 Ada beberapa bangunan bersejarah di komplek ini。 Biasanya pengunjung memadati kelenteng saat perayaan Imlek。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

TUJUAN WISATA。 Kelenteng ini menjadi tujuan wisata utama di Kota三宝垄。 Ada beberapa bangunan bersejarah di komplek ini。 Biasanya pengunjung memadati kelenteng saat perayaan Imlek。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

SEMBAHYANG。 Warga setempat terlihat tengah menyalakan hio(dupa)untuk sembahyang di Kelenteng Sam Poo Kong。 Kelenteng ini direnovasi oleh Pemprov Jawa Tengah pada tahun 2005 lalu karena terkena banjir&longsor。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

SEMBAHYANG。 Warga setempat terlihat tengah menyalakan hio(dupa)untuk sembahyang di Kelenteng Sam Poo Kong。 Kelenteng ini direnovasi oleh Pemprov Jawa Tengah pada tahun 2005 lalu karena terkena banjir&longsor。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

缓解。 Di bagian belakang Kelenteng ada seri relief keren yang menggambarkan sosok Laksamana Cheng Ho dan interaksinya dengan masyarakat di Jawa。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

缓解。 Di bagian belakang Kelenteng ada seri relief keren yang menggambarkan sosok Laksamana Cheng Ho dan interaksinya dengan masyarakat di Jawa。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

- Rappler.com